Minggu, 01 Februari 2026

Bahagiaku, Sederhanaku

Terbangun dengan perasaan kacau, diselimuti penyesalan, tapi ternyata impian itu sekarang sudah menjadi kenyataan.

Keluarga kecilku

Aku bermimpi kami berkumpul. Aku, papah, adik. Kami bersenda gurau dan nampak bahagia. Setelah terbangun, aku melakukan hal yang ternyata doyan sekali aku lakukan: menyalahkan diri sendiri.

"Coba aja pas kemarin kumpul bertiga aku ngelakuin A, aku harusnya B, aku tuh C"

Alhamdulillah, perasaan itu hanya bersemayam barang beberapa detik saja akibat "nyawa belum kumpul". Ketika akhirnya sudah sepenuhnya sadar, aku tau aku tak perlu memelihara perasaan kacau. Aku bahkan tak familiar lagi dengan rasa sepi. Mereka ada di ruang sebelah. Papah, adik, ada di kamar sebelah.

Atas setiap perjuangan yang tak singkat dan perjalanan yang berat, aku berhasil untuk mewujudkan mimpi kecilku tinggal bersama bertiga.

Sering kali aku berpikir "Buset ini impian gw gini doang bjir..." dibandingkan dengan orang-orang penuh ambisi di luar sana, ternyata mimpiku sederhana sekali. Dengan sesederhana itu pun butuh waktu banyak?

Ah, tapi cukup, Intan. Masa masih harus menyalahkan diri sendiri lagi padahal impianmu sudah terwujud?

Padahal, aku sedang berdiri di tengah doa yang sering kupanjatkan, kenapa pula doa tersebut harus kuragukan sekarang?

Perayaan kecil kembalinya Papah

Sabtu pagi, aku terbangun dengan pintu kamar tertutup. Biasanya aku bangun dengan pemandangan tiga kucing lucu-namun-tidak-bertingkah-laku-baik di kasurku, mengambil alih sebagian tempat namun segera aku maafkan karena wajah tidak bersalahnya.

Segera aku sadari alasannya: ada bubur ayam di kamarku. Papah pasti takut buburku dimakan kucing. Papah pasti berharap aku bangun langsung sarapan bubur dengan nyaman. Papah pasti tidak mau aku kerepotan cari makanan dan berujung kelaparan.

Rutinitas sederhana pun aku lakukan, aku ajak Papah ke pasar. Ikan tongkol untuk kucing, sayur sop dan cumi-cumi untuk manusia. Bergandengan tangan sambil membawa barang belanjaan, oh nyaman.

Lalu sambil bermalas-malasan, aku, papah, adik, nonton film Agak Laen dan Karate Kid: Legends. Aku tidur siang bersama tiga kucing. Malamnya, tidur lebih cepat karena besok pagi kami ada acara keluarga. Sudah, itu saja.

Orkhon, Ochir, Oli

Atas semua hari-hari sederhana semacam ini, mari melanjutkan hidup bersamaku.
Share:

14 komentar:

  1. selamat merayakan hari-hari penuh bahagia🤎

    BalasHapus
    Balasan
    1. maacih, pasti ada sedihnya juga tapi gapapa 🤎

      Hapus
  2. gpp prosesnya lama, yg penting skrg nikmati mimpinya. U deserve all the love and happiness! 💗

    BalasHapus
    Balasan
    1. inget quotes dari perancis: alon alon asal kelakon 🥰 maacih aamiin! U TOO LOH YAA

      Hapus
  3. Sekecil apapun mimpi, tetep sebuah mimpi. sekecil apapun pencapaian, tetep sebuah pencapaian. gak ada mimpi dan pencapaian yang terlalu kecil dan terlalu besar. Welcome Home papanya intan, di tunggu hari hari bahagia selanjutnyaah <3 JANGAN NYALAHIN DIRI SENDIRI. JELEEEEE

    BalasHapus
    Balasan
    1. WOWWW bijak bgt sih!! filsuf juga kalah ini mah!! maaci banyak bahagia juga yah MWAH

      Hapus
  4. Aaa seneng bacanya, sederhana tapi bikin hati bahagia! sekarang tinggal nikmatin hasilnya, sehat selalu keluarga intan 🤍

    BalasHapus
  5. mari melanjutkan hidup bersamaku dan mari bergabung dengan kami untuk meraih impian untuk menjadi Jutawan, hanya dengan merekrut orang lain. DAHSYAT, DAHSYAT, DAHSYAT.

    BalasHapus
  6. Mari mensyukuri hal hal sederhana 🥰❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju tehh biar hidup terasa lebih legaaa 🥰

      Hapus